Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

31 Agustus 2014

Pap

0 komentar



Jadi ini ceritanya selfie dulu sebelum berangkat sekolah :p

Ini pas mau berangkat sekolah sehabis seminggu sakit. School I'm Back! Miss u so much awww<3 >.^)//

Ini muka capek pulang sekolah, #Sleepy dan ini adalah muka baru bangun dari sakit Tifus ._.


10 Agustus 2014

Tentang selangkah perjalanan baru

0 komentar
Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah. Berkat Dzat Yang Maha Pengasih dengan kasih yang tak pilih-pilih, Dzat Yang Maha Penyayang tak terhitung tak terbilang. I'm so grateful.

Adalah awal baru dalam meniti perjalanan hidup. Adalah harus tetap berjuang. Adalah harus menjadi lebih dewasa. Adalah harus lebih lebih segalanya dalam hal positif. Insya Allah.

Tak terasa waktu terus bergulir. Dari detik yang berlari ke menit, menit yang berlari ke jam, dan seterusnya, berlalu dan terus berlalu menjadi masa lalu. Seperti baru kemarin masuk dan diterima di SMPN 1 Padalarang, waktu begitu cepat berjalan sekarang Saya sudah masuk dan menjadi siswi di SMAN 1 Cisarua.

Tak terhitung begitu deras kasih sayang dan cintaNya, tak mau berhenti bibir ini berucap syukur, "Alhamdulillahirabbilalamin." SkenarioNya selalu indah dan sempurna. Kini Allah telah memperjalankan aku berada disekolah ini, SMAN 1 Cisarua. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan. Aamiin Allahuma Aamiin.

Sekarang saya sedang mengikuti MOPDB 2014/2015 di sekolah. Setelah minggu-minggu lalu mengikuti peminatan dan wawancara. Alhamdulillah saya masuk kelas X MIA 5. Rabu, 06 Agustus 2014 masuk kembali dan mengikuti Halal Bihalal setelah terpotong libur Idul Fitri 1435. MOPDB dilaksanakan mulai dari tanggal 07-14 Agustus 2014, dan disambung dengan camp pada tanggal 15-16 Agustus 2014. Baru 3 hari saya mengikuti MOPDB, namun banyak sekali hikmah yang saya dapatkan dari Guru-guru pemateri, kakak Penjajah (Senior OSIS-MPK XII), kakak pembimbing (Kambing, Senior OSIS-MPK XI), dan masih banyak lagi. Saya dan kawan-kawan murid baru dibagi dalam beberapa gugus, saya sendiri tergabung dalam gugus Bung Tomo, dengan kakak pembimbing Abdul Aziz, Teh Ines, dan Teh Rinda. Gugus Bung Tomo terdiri dari 29 orang peserta MOPDB. Akang-akang dan Teteh-teteh mengajarkan kami untuk disiplin, bertanggung jawab, senantiasa menerapkan 5S, menjaga kebersihan dengan program sarangtumpah, tentu solidaritas antar kawan, dan masih banyak lagi. Kami sebagai peserta bahu membahu, bergandeng tangan. Guru kami juga mengajarkan kami untuk menerapkan 12 Nilai Perdamaian yang dicanangkan UNESCO, karena sekolah kami menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan 12 Nilai Perdamaian ini di Indonesia. Akang-Teteh pun sama mengajarkan kami untuk terus maju, berprestasi, merentas cita, menggapai asa. Saya sendiri sangat termotivasi sekali untuk menjadi seperti Akang-Teteh yang mengikuti dan menjuarai berbagai perlombaan seperti FLS2N, OSN, O2SN dan perlombaan lainnya yang Insya Allah Go International. Aamiin. Bukan hanya dari sisi Intelektual, Emotional, namun kami juga diberi asupan sisi Spiritual. Setiap akan masuk kelas kami membacakan Asmaul Husna, setelah masuk kami juga belajar tahsin dan mengaji terlebih dahulu. Saya bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari SMANCIS, mari kita sama-sama menyongsong masa depan yang lebih gemilang, mari kita harumkan SMANCIS jaya dengan berjuta karya dan segudang prestasi. SMAN 1 Cisarua, maju...maju...Allahu Akbar!

"Ya Rabb, kuatkan aku untuk terus menempuh jalan terbaik yang Kau berikan. Walau kerikil mencacah kaki, walau dengungan mulut itu menusuk hati, Ya Rabb kuatkan aku. Sampai lelah, sampai payah. Sampai keringat dan darah tumpah. Ya Rabb lindungi aku, kasihi dan sayangi aku, tunjukan selalu jalan yang Kau ridhai. Aamiin Allahuma Aamiin."

1 Juni 2014

Happy Graduation 47 (Graha Manunggal Pusdikter, 31 Mei 2014)

0 komentar
H-1 31 Mei 2014
Ceritanya doh parah hahaha. Jadi, kelompok Ansamble kelas IXB itu sebenernya ada 2 kelompok yang di tunjuk buat tampil lagi di acara perpisaha, kelompok 2 dan 1. Tapi karena beberapa hal jadi yang tampil kelompok 1 aja, iya kelompok aku muehehe. Nah pas H-1 perpisahan kelompok 1 itu harus gladi di graha-pusdikter jam 2 siang. Ini itu bener-beneng betein loh, kita udh kumpul dirumah syifa dari jam 2, ngeliat ke graha sepi gitu padahal banyak orang. Gladinya telat, kita itu di PHPin, sakit tau sakit! Bagi aku sih ngga terlalu ya, soalnya aku juga harus gladi jadi mc, dan disitu aku sama mang shidiq jadi pasangan m paling gaje, kacau gitu. Eh itu udah sore banget tuh, kira-kira jam set.5 baru shalat Ashar, jadi malu euy. Jam set.6 kita masih aja di phpin di graha, akhirnya kita pulang. Dan ternyata besok juga kita harus tampil musikalisasi sunda coba! ga ada prepare sama sekali. Dijalan menuju rumah Syifa, aku udah pengen pulang ih, pas liat sms dari Galang dia ketinggalan di graha dan ngga ada yang bantuin dia bawa angklung, gitar, dan zimbwe, aku nangis sejadi-jadinya dipinggir jalan, dan Adzan maghrib berkumandang. Apa? Kita langsung lari secepet mungkin ke rumah Syifa, hujan pun tumpah. Firda ngebut bawa motor ngejemput Galang. Disitu makin aja aku galau, pulang sama siapa? takut, terus belum ngambil ke rudung buat besok aaaaaaaaa -_- Akhirnya aku telfon Aa minta anterin pulang, dan aku suruh Aa nungguin di kantor ayah aja. Eh, itu keegoisan kita mulai muncul-cul-cul. Ga ada yang mau nganterin aku ke depan, dengan berat hati aku mau maksain nerobos ujan, biar sekalian sakit! Akhirnya Nadya yang mau nganterin aku sampe kantor ayah, jalanan cimareme macet banget sumpah! Udah kebut-kebutan dijalan, brutal haha. Eh, jadinya semua kena semprot Mama Nadya, karena Nadya baru kemaren-kemaren kecelakaan dan dimarahin karena pada pulang malem. Sampe rumah aku demam.

Happy Graduation Gais!
Malesin kan kalau mau perpisahan ribet-ribetan make up dari ba'da subuh coba :|

-Selfie pas lagi dimobil haaaaaa yes-

Oke, pas nyampe graha degdegan mau tampil ansamble, cieeee... Nungguin Vira sama Marani, doh lama banget mereka. 1 orang anggota kelompok 1 yang ngga ikut tampil adalah, Muhyiza.

-Ini pas lagi tampil lagu I feel good *jepretan Dhiya*-

Dan kitapun melewati berbagai rangakaian acara~ Itu pidatonya dari siapapun sumpah bosenin lamaaaaaaaaaanya ganahan! Pas udah makan siang, teng teng teng Nineball tampil!

-"cangkul cangkul cangkul yang dalam hey hey! menanam jangung dikebun? Asep!"-

Terakhir kita foto-fotoan, ah ya foto bareng IXB :3

pak Endang Supriatna nih, kepsek di sekolah ^^

Ini anak cowok pada fotbar sama pak Endang ^^


Ini anak cowok fotbar sama pak Jaka Supriatna. Kepsek sebelum pak Endang menjabat, beliau sekarang menjabat sebagai kepsek di SMPN 1 Batujajar.

Ini anak cewek fotbar sama pak Jaka Supriatna.

sama pak Ceceng Gunawan ( Wakasek + Guru OR kelas IX)


sama bu Juliah (Guru OR kelas VIII)

sama bu Teti (Guru OR kelas VII)

sama bu Yeti (Guru IPS ekonomi dan sejarah kelas IX)

sama bu Yeti ^^

sama bu Aam, guru IPA kelas XI (Lvyou bu, thanks a lot!)

Sama ibu Ekandari, wali kelas IXB tercinta<3

sama Nadya Salsabila, temen semeja, 4teens, rival, suka duka bareng yey<3

Ini 4teens, cuma kurang satu anak noh Vira Maulida Azhari. Hey kalian sukses!

sama M.Shidiq, patner jadi MC nih ^^ (Sukses mang! Selamat pagi-sore)

Sebenernya masih banyak banget fotonya, tapi ngga bisa upload one by one deh, bejibun-_-
Pokoknya buat Ankatan 47 Sukses selalu ya! Yang sekolahnya di Bandung, Cimahi, Padalarang, dimanapun, mau SMA/SMK/MA kalian harus sukses! Kalian adalah warna dalam episode putih biru^^

Teruntuk Kepala sekolah, wakasek, guru-guru, staf tata usaha, BP/BK di SMPN 1 Padalarang terima kasih banyak atas segalanya, karena kalian semua kami bisa seperti ini, kalian ajarkan sesuatu yang sangat berharga! Hanya Allah yang bisa membalas semua jasa kalian, tetap Lillah ya pak bu. Love mwahhhh :*







16 Maret 2014

Ujian Praktek SMPN 1 Padalarang

0 komentar
IPA                  : Merangkai Listrik
PAI                  : Praktek Shalat Fardu, Shalat Jenazah, Shalat Istikharah, Shalat Tahajjud, dan Membaca Al-Qur'an
SBK                 : Melukis, Ansamble
OR                   : Basket, Lari, Renang
B. Sunda           : Musikalisasi Puisi
B. Indonesia      : Musikalisasi Puisi
B. Inggris          : Procedure Text
IPS                   : -
Matematika       : -
Tata Busana      : Membuat gorden dan taplak meja
TIK                  : Ms. Word, Membuat games untuk anak SD dengan Ms.Power Point, Presentasi kelompok
PKN                : -

13 Maret 2014

Nya didieu

0 komentar
Hujan ngaririncik dipasosore
Langit angkeub mayungan bumi
Mega mendung nutupan layung
Duka kamana atuh eta katumbiri?
Nya didieu kuring,
Ngawang-ngawang ka kayangan
Nya didieu kuring,
Rarakitan di talaga dunya
Nya didieu kuring,
Disimut ku tiisna hiliwir angin
Nya didieu kuring,
Dihandapeun payung bereum
Didieu, dina mangsa ieu
Nitenan sora hate
Mapay-mapay jalan satapak
Dimana atuh eta katumbiri?
Diawang-awang teu kasawang
Diteteangan teu kapanggih
Mereun ngan saukur na impian
Duka iraha patepang deui
Jeung Desember nu harita.

20 Februari 2014

Patepung di Bandung

170 komentar
Judul Novel     : Patepung di Bandung
Pangarang       : Taufik Faturahman
Panerbit           : CV. Geger Sunten
Taun Medal     : Desember 1995

Tema               : Kahirupan sapopoe
Latar                :
a.       Tempat            : Imah Bapa, imah Ema, kontrakan kang Odong, sakola, kebon, sawah, panggilingan pare, pasar Ciroyom, LP, jsb.
b.      Wanci              : Isuk-isuk, siang, sonten, wengi, tengah peuting, pasosore, jsb.
c.       Suasana           : Pikasediheun, piambekeun, pibungaheun, pikarunyaeun, jsb.
Alur                 : Maju
Tokoh              :  Palaku/tokoh utama :
1.      Kondi                  : Bageur, henteu isinan,
2.      Ema                     : Gede ambek, kadang bageur kadang galak.
3.      Bapa                    : Bageur, sok ngelehan.
4.      Kang Odong       : Hese dipapatahan, bangor, gede ambek, kadang bageur.
Palaku/tokoh tambahan :
1.      Ceu Iti
2.      Anakna ceu Iti
3.      Uwa Alkasan
4.      Mang Mahmud
5.      Mang Janta
6.      Pa Mantri
7.      Ma Emot
8.      Bu RT
9.      Pa RT
10.  Ustad Yaya
11.  Pa Lebe
12.  Sapaat
13.  Encur
14.  Mandor Erom
15.  Entam
16.  Enci
17.  Bi Narmi
18.  Asep Dodoy
19.  Bi Jenab
20.  Jana
21.  Sule
22.  Ahid
23.  Haji Sukria
24.  Bi Manah
Amanat                       :  Jadi jalmi ulah babari nyerah, kudu sumangat ngarah kacapai naon bae anu dipihayang.

Sinopsis

Dicaritakeun aya saurang budak, ngarana Kondi. Baheula mah keur jaman Bapana keur jaya mah, kahirupan kulawargana Kondi teh leuwih ti cukup. Tapi ayeuna sanggeus usaha motret kapilembureun Bapana ka elehkeun ku si Tokeh anu muka toko potret, bangkrut bae usaha motret Bapana teh. Ti saprak eta pacabakan Bapana ganti jadi tukang dagang baso, ngan Bapana jeung babaturan dagangna anu dagang di buruan sakola diusir ku kapala sakola eta sakola, geus kitu mah taak bae nyunyurung roda baso teh. Dina hiji poe mang Janta ngajak Bapana ka Jakarta, ngadon jadi kuli nembok di salah sahiji pausahaan bangunan. Lima poe ti saprak Bapana mangkat ka Jakarta, ka imahna aya surat ti Bapana, anu eusina pondok pisan nyaritakeun Bapana salamter sarta geus mimiti digawe. Teu disangka-sangka dua poe ti harita, kira-kira tabuh lima sore, aya ambulan anu mawa Bapana kahareupeun imahna. Bapana ngajolopong dina blankar bari disimbut lawon belang, ceuk mang Janta mah Bapana Kondi teh ragrag basa keur nembok di tingkat dua, Bapana Kondi lumpuh. Ti sanggeus eta kapaksa wae ngajual barang-barang jang ngabanjel kaperluan sapopoe, da wawarungan Indungna oge jadi teu marema deui. Nempo kaayaan jadi kitu, Indungna Kondi jadi mindeng ngambek jeung kadang ngajejeleh Bapana. Sanggeus sarebu setan meungpeukan hate Indungna Kondi, Indungna Kondi menta papisah, embohna putusan ti pangadilan agama teh Bapana Kondi kudu nyieunkeun Imah keur Indungna.
Sanggeus ditinggalkeun ku Indungna, karasa pisan ripuhna ngerjakeun sagala pagawean di imah teh. Ari kang Odong, lanceukna Kondi, kalah mindeng abur-aburan oge ayeuna mah kang Odong jadi gede ambek. Lian ti ngurusan Bapana, meresan imah, jeung sakola oge ayeunamah Kondi sok ngala tutut jeung ngendur genjer, atawa ngala huut badag di panggilingan pare, nya lumayan panghasilan tina ngajual eta teh bisa dipake pikeun dibeulikeun kana kaperluaan sapopoe Kondi jeung Bapana. Mun aya waktu, Kondi sok ngahajakeun ulin ka imah Indungna, gawe sapopoe indungna teh ayeuna mah kana nganyam. Dina hiji mangsa bsa Kondi nganjang ka imah indungna, ka sampak aya semah lalaki. Basa Kondi nyarita ka Bapana, Bapana jadi katembong kerung. Ti harita, Bapana jadi mindeng ngalamun, teu lila ti harita awak Bapana nyebret panas, ditambah sukuna jadi kembung jiga nu biri-biri, tuluy bae Kondi mawa Bapana tatamba ka klinik. Ceuk pa Mantri, ceunah Bapana Kondi teh katerap liver. Kang Odong anu tadina di sawang rek nyaangan deui kulawarga, buktina teu bisa diandelkeun, kalah pruk kawin, da Bapana Kondi oge geus teu bisa nyarek. Ti saprak kawin ka ceu Iti kang Odong nyewa imah ti Haji Sukria. Ku mindeng tatamba ka klinik mah, lila-lila Bapana Kondi katembong rada eungkeut-eungkeut cageur. Najan Bapana sok tatamba ka klinik oge aya hiji panyakit Bapana anu teu bisa disingkirkeun nyaeta ngalamun. Komo ti saprak Indungna kawin deui. Beuki kadieu panyakit Bapana jadi katembong beuki parah, sakapeung katembong Bapana sok seserengehan, ceuk batur mah Bapana Kondi ngeser ingetan.
Dina hiji poe, kuring meunang beja yen kang Odong dieureunkeun tina gawena lantaran ngademitkeun duit setoran. Basa kondi nganjang ka imah kontrakanna kang Odong oge kasampak kang Odong keur hulang-huleng bangun anu kacida bingungna, pikarunyaeun pisan. Dina hiji peuting, kang Odong gegedor menta tulung ka Kondi lantaran ceu Iti rek ngalahirkeun. Gewat wae, kang Odong jeung Kondi ngagidig ka imah ma Emot, ngan hanjakal ma Emotna keur ka Lampegan, jadina mah ka bi Manah. Anakna kang Odong jeung ceu Iti teh lalaki. Teu kungsi lila ti harita, kang Odong pindah ka imah mitohana, tangtuna oge manehna geus teu mampuh mayar sewaan imah. Dina hiji poe, Kondi meunang beja anu pikareuwaseun pisan, nyaeta kang Odong dibanda ku pulisi terus dibawa ka Kacamatan kusabab ngabongkar toko Haji Isak. Ti harita pleng wae taya bejana, kungsi oge aya beja yen kang Odong di tahan di Bandung. Kondi teu nyaritakeun hal eta ka Bapana, tapi ahirnamah Bapana oge apaleun. Ayeuna teh kondi keur nungguan hasil ujianna, kahayangna mah bisa tuluy sakola ka SMP, ngan da kaayaana oge kieu teu kawas bareto. Hasil ujian kondi geus kaluar, berekah Kondi lulus, ngan angkana heunteu aralus oge. Geus lulus sakola, kondi meunang pagawean jadi buruh di pabrik aci. Beuki ka dieu kaayaan Bapana Kondi jadi leuwih parah. Dina hiji peuting basa Kondi rek ngaganti cai dina gelas, Bapana geus teu usik malik, Bapana ngantunkeun, ninggalkeun Kondi.
Teu karasa geus satau Kondi digawe di TKS teh. Dina hiji waktu Kondi ditawaran digawe ka Kota ku mang Mahmud. Gawe ka Kota ku Kondi di sanggupan. Sateu acan mangkat ka Bandung, Kondi bebeja bari nyuhunkeun pi du’ana heula ka Indungna. Di Bandung Kondi jadi tukanv jaga Jongko beas mang Mahmud di pasar Ciroyom. Asalna Kondi ngarumas teu bisa sare di jongko, tapi lila-lilamah bisa oge peureum. Dina hiji poe, Kondi jeung mang Mahmud ngajaran mapay-mapay Bandung neangan raratan kang Odong, ceuk patugas LP mah kang Odong teh geus dibebaskeun geus lila, basa di panjara mah raketna teh jeung Asep Dodoy. Hese pisan neangan raratan kang Odong teh.

Dina hiji waktu, mang Mahmud ngajakan Kondi nepungan tukang minyak anu kabeneran ngarana Asep Dodoy. Kondi atoh pisan, sugan wae bener ieu Asep Dodoy babaturan kang Odong. Basa pa Asep ditanya perkawis kang Odong, bener wae apaleun, ceunah mah salah sahiji pagawena. Di sisi jalan kadenge mobil gurang-gerung, di sidik-sidik anu turun tina mobil teh kang Odong. Ayeuna Kondi jeung lanceukna papanggih deui. Kang Odong jadi robah ayeuna mah, jadi leuwih dewasa. Isukna Kondi jeung kang Odong balik ka lembur. Ka sampak Indungna, ceu Iti, Bi Narmi, jeung tatangga meuni pada bungah kang odong balik deui. Isukna kang Odong balik ka Bandung, sakalian mawa ceu Iti jeung anakna, da rek tuluy matuh di Bandung. Sateu acan mangkat ka Bandung kang Odong nitah Kondi maturan Indungna anu jadi janda deui di lembur, bari nuluykeun sakola deui ceunah, da waragdna di tanggung ku kang Odong. Ahirna mah Kondi sakola deui.

15 Mei 2013

0 komentar
TOP SECRET THE BILLIONAIRE




Judul Film :  TOP Secret – The Billionaire
Durasi Film : 120 menit
Genre Film : Drama
Pemeran :
v Pachara Chirativat (Top Ittipat)
v Walanlak Kumsuwan (Lin)
v Somboonsuk Nyiomsiri (Uncle)
v Dll
Sutradara : Songyos Sugmakanan

Sinopsis :
          Seorang pemuda bernama TOP Ittipat, adalah Remaja berumur 16 tahun yang kecanduan bermain game online sejak duduk dibangku SMA. Jumlah komputer yang ada di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk bermain game online. Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, TOP malah asyik bermain games online. Suatu saat ketika TOP sedang bermain games online, ada memberlain di games online tersebut yang bernama jack ingin membeli senjata kepada TOP. Awalnya TOP tidak akan menjual senjatanya, jack menawar membeli senjatanya dengan harga 30 bath, karena tergiur dengan uang yang cukup besar, TOP menaikan harga menjadi 50 bath, dan Jack pun setuju. Jack langsung mentransfer uang itu ke rekening paman TOP. Dari penjualan senjata itulah TOP meraup uang yang begitu banyak sehingga TOP bisa membeli Mobil, dan hal-hal yang diinginkanya seperti Play Station 2, kehidupan TOP ini bisa dibilang boros.
          Karena kegemaran bermail games onlinenya, TOP lupa diri untuk belajar hingga ia tidak diterima di universitas negeri dan masuk universitas swasta. Disisi lain orang tua TOP sedang mengalami masalah finansial dan terlilit banyak hutang, namun orang tua TOP masih mampu membiayai TOP kuliah, namun TOP menolak. Suatu ketika, akun game online TOP dihapus oleh admin game tersebut karena penyalahgunaan kepentingan komersial, TOP pun bingung bagaimana caranya untuk mendapatkan lagi seperti sebelumnya untuk biaya masuk universitas. Namun TOP bukanlah seorang yang pantang menyerah, TOP berinisiatif untuk membuka toko DVD player. Tapi naas, TOP ditipu 50 DVD player yang dia beli ternyata rusak kerana semuanya adalah DVD player bajakan. Akhirnya TOP bisa kuliah tapi dengan mencuri Jimat milik ayahnya dan digadaikan.
          Selama perkuliahan TOP tidak tertarik dengan kuliah karena dikepalanya hanya terpikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang untuk menebus Jimat milik ayahnya. Suatu ketika TOP berjalan-jalan ke pameran makanan dan melihat ada sebuah alat untuk menggoreng kacang, TOP pun terpikir untuk berjualan kacang. TOP lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath/bulan. Kemudian TOP membuka toko kacang di Mall, Ia pun melakukan survey di lapangan dan melakuakan berbagai macam cara untuk mendaptkan kacang yang diminati oleh pasar. Karena lokasi yang TOP pilih kurang strategis, lalu TOP meminta pindah ke dekat pintu masuk Mall. Hari pertama , kacang TOP laku keras. Beberapa hari kemudian bisnis kacang TOP terancam diberhentikan karena pihak mall melihat bahwa mesin penggoreng kacang TOP menimbulkan asap dan mengotori atap mall. Suatu malam ketika TOP pulang membersihkan atap mall tersebut, Mamanya menunggui TOP dan mengajak TOP untuk pindah ke Cina. TOP sangan shock karena sebelumnya kedua orang tuanya tidak pernah memberitahukan hal tersebut kepada TOP. Namun, TOP bersikukuh untuk tetap tinggal di Thailand dan menjutkan bisnisnya. Namun Bisnis TOP berhenti samapi disitu karena lokasi dagang top telah dijual ke pihak lain.
          Setelah itu ia mendapatkan inspirasi dari makanan rumput laut oleh-oleh dari kekasihnya (Lin) yang baru pulang dari Rayong. Setelah ia mencoba rumput laut tersebut, ternyata rasanya sangat enak. Dari situlah TOP mulai memikirkan bisnis baru yaitu, bisnis makanan rumput laut. TOP berusaha merinti usahanya dengan baik dan benar dengan belajar ke ahlinya untuk mebuat rumput laut. Pada awalnya hasil gorengan TOP dan pamannya tidak ada yang berhasil, sampai mereka menghabiskan lebih dari 100.000 barth (28 juta) untuk uji coba rumput laut namun selalu gagal. Namun setelah kejadian yang dialami pamannya, ada satu bungkus rumput laut sisa yang semalam terkena air hujan. Dari situlah rumput laut goreng yang TOP buat rasanya menjadi lebih enak, ternyata harus dibasahi terlebih dahulu sebelum digoreng. TOP mulai memproduksi rumput laut goreng tersebut dalam jumlah banyak untuk dijual. Ia menjual dagangannya di sebuah counter di pusat perbelajaan. Dan ternyata benar dagangan TOP laku keras.
          Kemudian TOP mencoba untuk bekerjasama dengan 7-elven, ia menawarkan produk rumput lautnya. Namun, untuk pertama kali datang produk TOP ditolak dengan alasan kemasannya tidak layak karena kurang menarik, terlalu besar dan harganya terlalu mahal untuk dijual di 7-eleven. TOP tidak menyerah begitu saja, ia mencoba merubah kemasan produknya dengan bantuan seorang designer. TOP menamakan produknya Tae Kei Noi yang artinya pengusaha muda. Dengan semangat TOP kembali datang ke 7-eleven, namun ternyata gagal TOP bertemu dengan manager 7-eleven.  Akhirnya TOP memberikan sample produknya kepada seorang satpam penunggu lift. Dan ternyata produk TOP diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. Di saat TOP merasa putus asa, Tiba-tiba ia dihubungi oleh pihal 7-eleven dan produknya diterima. TOP sangat senang dan langsung menandatangani kontrak yang dibuat 7-eleven.  Dari salah satu syarat kontrak tersebut menyebutkan bahwa TOP harus memproduksi 72000 kemasan untuk dikirim ke 6000 cabang, dan tempat pembuatan rumput laut tersebut akan diperiksa oleh GMP. Tentu saja ia harus mempunya pabrik yang layak, karena selama ini ia hanya menggoreng rumpul laut di belakang rumahnya bersama pamannya.
          TOP teringat bahwa keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil, lalu TOP merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik kecil dan memperkerjakan beberapa orang karyawan. Namun pada saat 7-eleven bersama seorang anggota GMP menginpeksi pabrik TOP, 7-eleven masih merasa pabrik TOP masih belum memenuhi standart. TOP tidak menyerah, ia langsung menyempurnakan apa saja yang masih kurang agar kontraknya disetujui.
          Akhirnya setelah 2 tahun, TOP menuai kerjakerasnya ia dapat melunasi hutang-hutang orang tuanya sebesar 40 juta bath (12 miliar). Di usianya yang baru berumur 26 tahun, TOP berhasil memiliki pendapatan tahun 2010 mencapai sebesar 1.500 juta bath (450 miliar), memiliki 2500 karyawan, mengirim produknya di 6000 cabang 7-eleven. Mengekspor rumput launya ke 27 negara di dunia dan memiliki perkebunan rumput laut di Korea selatan.
Amanat/ Nilai Moral dari Film : Jika kita gagal dalam mencapai kesuksesan, janganlah kita berputus asa. Karena denga gagal itu kita akan mendapatkan sebuah pengalaman berharga.